PelayarBahtera. Powered by Blogger.
Share

Setelah sekian lama diri menyepi mencari kekuatan hati, dirasakan jari- jemari yang naif menulis ini seakan-akan ingin menari untuk memberi. Pelayaran ini dimulai...

Showing posts with label Kongsi. Show all posts
Showing posts with label Kongsi. Show all posts

Muhasabah: Kenapa Aku Masih Dihidupkan Hari Ini

Tuesday, 19 August 2014

Maha Suci Allah yang telah menghidupkan kita pada hari ini, Alhamdulillah. 

Pernahkah diri tertanya, kenapa aku masih hidup lagi hari ini? 

Ayuh renung sejenak bait bicara Iman Al-Ghazali.. 

Berkata Imam Al-Ghazali:- 
"...Kenapa Allah hidupkan aku hari ini?..."

"...Aku masih di hidupkan Allah pada hari ini kerana banyaknya dosa-dosa yang aku lakukan, lalu Allah berikan kesempatan untuk aku bertaubat kepadaNya..." 

Moga-moga redhaNya bersama, di saat kita dijemput pulang.
 Ameen. :'(

Read more...

Halwa Telinga: Langkah Pejuang

Sunday, 17 August 2014

|Shoutul Amal: Langkah Pejuang|

Dengan Bismillah pejuang melangkah
Berpaksi ikrar lafaz syahadah
Arahnya pasti bersatu hati
Redha Allah cita tertinggi

Langkah yang diatur bijak tangkas dan perkasa
Lafaz yang ditutur benar berhemat dan berpada
Tindakan berhikmah mentaati pimpinan
Membara semangat kerana kebenaran

Kata dikota janji ditunaikan
Gigih usaha jalankan kewajipan
Kalah dan menang adat berjuang
Kejayaan terindah meraih Mardhatillah

Iman tunjang kekuatan
Islam syiar kebanggaan
Ukhwah tali kesatuan
Berjuang penuh keyakinan

Istiqamah jatidiri
Teruskan Risalah Nabi
Mulia hidup dan mati
Pejuang takkan berhenti

ISTIQAMAH!!!

https://soundcloud.com/asma-afifah/langkah-pejuang-soutul-amal

Read more...

Muhasabah: Di Mana Rasulullah Di Hati Kita

Friday, 8 August 2014

Pernah ke dalam hidup kita ni, ketika mana kita duduk sendirian, kita melafazkan..

...اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ...

Pernahkah tiba-tiba air mata kita mengalir, kerana rindukan baginda.

Read more...

Diari: Kemenangan Itu Masih Dirasai

Wednesday, 31 October 2012

Sujud Menyembah Bumi Mengagungkan Ilahi

Ya, kemenangan itu amat ku rasai..

Cuma disaat dahi ini menyentuh tanah berdebu itu, titisan jernih air mata kemenangan itu mengalir, tidak mampu lagi ditahan, sebak yang amat terasa..

Allah.. 

Terasa sungguh, hinanya diri..

Kerana...

Dikala diri sujud menyembah bumi, jauh di sudut hati ini, terdetik bertapa besarnya Kemenangan yang Engkau kurniakan, tidak setimpal rasanya dengan usaha-usahaku, tidak setanding rasanya dengan amalan-amalanku..

Namun hakikat kemenangan itu tetap dikecapi, malah Engkau turut izinkan aku untuk sama merasainya..

Mungkin... 
Hadirnya kemenangan ini, tidak lain tidak bukan kerana ada di antara mereka yang amat dikasihi olehMU, begitu dekat jiwa-jiwa mereka dengaMU, begitu kuat pergantungan pengharapan mereka terhadapMU.. (T_T)

Allahu Rabbi..

Izinkan aku, terus bersama menuju kemenangan, juga bersama mengisi kemenangan tersebut..

Kata seorang teman:
Purnama malam itu, seolah-olah saksi akan kemenangan tersebut.. 
Ya, itu Purnama Kemenangan..:)

Dimana pun lapangan perjuangan, ISLAM kan pasti di sanubari..(^_^)
Allahu Akbar!!!

Sauh Dilabuhkan,
Wassalam.
Pelayar Bahtera
17 Dzul Kaedah 1433H

Read more...

Lakaran: Pesanan Buat Muslimat

Friday, 12 October 2012




Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, "Abi, ceritakan padaku tentang wanita sejati." Si ayah pun menoleh kemudian tersenyum.

Anakku, seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya melainkan dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona melainkan dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan melainkan dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu.

Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya melainkan dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa melainkan dari bagaimana cara ia berbicara.

Si ayah diam sejenak sambil melihat ke arah puterinya.

"Lantas apa lagi abi?" sahut puterinya.

Ketahuilah puteriku…

Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian melainkan sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Wanita sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di jalan melainkan kekhuwatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani melainkan sejauh mana ia menghadapia ujian itu dengan penuh rasa syukur dan ingatlah!

Wanita sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul melainkan sejauh mana ia boleh menjaga kehormatannya dalam bergaul.

Setelah itu si anak kembali bertanya...

"Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi?"

Si ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "teladanilah mereka!" Si anak pun mengambil buku itu dan melihat sebuah tulisan "Isteri-Isteri Rasulullah".

Sekian.

......................................................................
Salam Sayyidul Ayyam.
Yaumul Jumaah, Yaumul Barakah.
Sollu A'la Nabi S.A.W

Alhamdulillah..
Berjaya siapkan satu poster lukisan tangan.
Moga beroleh manfaat darinya, Insya'Allah..:)

Sauh Dilabuhkan,
Wassalam.

Pelayar Bahtera
12 Oktober 2012

Read more...

Bachelor of Taqwa from University of Ramadhan

Monday, 30 July 2012


Klik Pada Gambar Untuk Besarkan

On the tenth of Eidul Fitr, two old friends decided to meet each other. They wanted their special meeting to be at a special place, which is at their previous high school. It’s kind of killing two birds with one stone, missing a buddy and missing a school. With the combination of both, it brings back old unforgettable memories.
So they meet up at the musolla of the school.
“Assalamualaikum broer!” says Ameer to his old friend. “Long time no see. How have you been?”
The two of them hugged each other.
“Waalaikumussalam!” answered Ali “Yeah, it has been some time. I’ve been good.”
The both of them had a chit-chat over some old stories. Then Ameer asked Ali a question “You just graduated right from IIUM? What was your bachelor? Bachelor of English was it?”
“Me? Bachelor of English? No. That was a long time ago. Now I have a bachelor of Taqwa” said Ali confidently.
“Bachelor of Taqwa? From what university?” Ameer confused.
“From University of Ramadan” says Ali.
.........................................................................................................................................
Introduction: Not only fasting but so much more
The semester from the University of Ramadan is the shortest short semester in the world. Only four weeks of studying. But what Allah expects us to achieve is very high, we may or may not be able to stand up to that expectation. During this short term period, Allah has prepared for us an intensive training. Towards the end of the semester, we will hold the scroll of Bachelor of Taqwa!
This university is not only about fasting but so much more:
“O you who have believed, decreed upon you is fasting as it was decreed upon those before you that you may become righteous” (Al-Baqarah: 183)
Allah has revealed to us saying that the sole purpose of fasting is to attain Taqwa whether it is in or out of the month of Ramadan, it doesn’t matter. But the fact that fasting has been prescribe to us within a specific number of days, we should attain a taqwa that is double, triple and quadruple during the month of Ramadan
The month of Ramadan is not the month of fasting. Many malay says “Bulan Puasa”, that is wrong. The month of Ramadan is the month of Taqwa (Bulan Taqwa). Fasting is only a ticket for us to enter in a new world full of wonders!
Loose ourselves in Taqwa
We may be familiar with the word Taqwa, but we may not know what it means. For those who still are unaware of the meaning taqwa, this is what it means:
Umar ibn Khattab (may Allah be pleased with him) asked Ubbay ibn Ka’ab (may Allah be pleased with him)”What is the meaning of Taqwa?”
Ubbay ibn Ka’ab said, “O Amir ul Mu’minin, have you walked on a field that had a lot of thorny plants?”
Umar said,”Yes” Ubbay ibn Ka’ab said, “So what did you do?” Umar replied, ”I lifted up my clothes and I was very careful,” Ubbay ibn Ka’ab said, “That is Taqwa!”
We are walking on a field that is full of thorny plants. Shaytan and his followers will try to seduce you and invite you to Evil. So having Taqwa in Dunya is lifting up your clothes and being careful, so that you would not touch this evil. From this hadith, we can extract that the meaning of taqwa is being careful as we go along life’s road. And that is the definition of Taqwa and we ask Allah to make us of those of al- Muttaqeen.
Taqwa is the source of energy in a person. With taqwa, a person will go to the masjid, make good friends, go to talks, keeping the environment clean and do good deeds.
Taqwa is also the shield to social problems, vandalism and sins. With this shield firm at heart, a person will never steal even though they are no CCTV or to vandalize public property or do anything that will increase your account balance of sins.
Taqwa is the strongest piling in one’s heart to withstand the world’s ‘deadliest’ trials and tribulations in life. With taqwa, a person will be able to stand and prevent himself from the most seducing sin in life.
Keep on Searching for Taqwa
Although we are still 2 months away from Ramadan, our journey of searching for Taqwa should start now. We need to start now. If we want to win a 100 meter sprint, we need to train as hard as we can to beat that 100 meter world record! We can’t expect to win on that day by not training. If we have trained hard, the 9.58 seconds world record by Usain Bolt can be beaten for sure!
The same goes to Ramadan. For all our sins to be forgiven by Allah is one bonus in our life. The prophet once said, narrated Abu Huraira:
“Allah’s Apostle said: “Whoever establishes prayers during the nights of Ramadan faithfully out of sincere faith and hoping to attain Allah’s rewards (not for showing off), all his past sins will be forgiven.”
Ramadan is only an intensive training course for us to charge up our batteries of taqwa. The real threat is staying firm for eleven months.
The Process of Taqwa
What are the subjects that we need to take in order to attain this bachelor? Let’s review one by one.
First: Mu’ahadah (Keep promises)
Allah says in Surah An-nahl: 91:
“And fulfill the covenant of Allah when you have taken it, [O believers], and do not break oaths after their confirmation while you have made Allah , over you, a witness. Indeed, Allah knows what you do.”
For us to fulfill our promises with Allah, between us and Allah, we need a quality time special for the two of us. We can have a talk with Allah and share our problems with Him, at least through our prayer because “It is You we worship and You we ask for help” Al-Fatihah: 5.
Second: Muraqabah (Feel close to Allah)
Allah has revealed in Surah as-syu’ara: 218-219:
“Who sees you when you arise; and your movement among those who prostrate.”
The prophet when asked about Ihsan, he said “it is that you should serve Allah as though you could see Him, for though you cannot see Him yet He sees you.” (Narrated by Bukhari, No. 50 dan Muslim, No.9)
In the fierce battle between ikhlas and riya’ taking place in our heart, feeling close to Allah will make ikhlas prevail. This feeling will make us consistent and persistent in doing good deeds and never backing from moving forward.
Third: Muhasabah (Introspection)
Allah has revealed to us in Surah al-Hasyr: 18:
“O you who have believed, fear Allah. And let every soul look to what it has put forth for tomorrow – and fear Allah. Indeed, Allah is Acquainted with what you do.”
(1)    Fear Allah (2) Every soul should look up the plan for tomorrow  (3) Fear Allah
This is introspection, by doing this it can make our intentions clear, urges use to repent and makes us remember Allah more often.
Fourth: Mu’aqabah (Scholding oneself)
Allah has revealed in the Quran in Surah Al-Baqarah: 179:
“In the Law of Equality there is (saving of) life to you, o ye men of understanding; that ye may restrain yourselves.”
For example, a guy loves to eat KFC. KFC is like drug to him, if he goes a day without KFC, a part of him on any particular day will be gone. But in the same time that guy wants to get rid of his habit of sleeping after subuh prayer. How he wants to get rid of it, he will not eat any KFC if he goes to sleep after subuh. This is a form of Mu’aqabah.
Fifth: Mujahadah (Spiritual Struggle)
Allah has mentioned about Mujahadah in Surah al-Ankabut: 69:
“And those who strive for Us – We will surely guide them to Our ways. And indeed, Allah is with the doers of good.”
We have to be strict with us when it comes to worldly pleasure. We need to keep on fighting the urges in ourselves that wants us to accept temptation. Keep on fighting! If we keep on fighting these urges and we manage to overcome it, that is the best feeling we will treasure.
Conclusion: Keep on searching
Mu’ahadah makes us adhere to syariah.
Muraqabah makes us feel peace and tranquility when we are close to Allah. “Verily in the remembrance of Allah that heart do find rests!”
Muhasabah helps us reflect who we are and what we have done. It makes us have a better plan before time.
Mu’aqabah in a way inflicts pain to the heart in order to gain something more important. It suppresses our desires from going wild.
Mujahadah helps leave our love behind!
After we have finished all these subjects and graduate with flying colors, we will feel confident to say “I own a Bachelor of Taqwa from University of Ramadan!”

Read more...

Pemuda, Bukan Hanya Berbangga Dengan Sejarah.

Wednesday, 4 July 2012


Fajar Islam Kian Menyinsing

Jika kita luangkan masa seketika, kembali meneliti detik-detik sejarah kegemilangan Islam, di saat Ad Deen Al-Islam ini bertapak kukuh diatas muka bumi, tumbuh subur di dalam segenap jiwa insan yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulnya.

Rata-rata kisah perjuangan dalam mendaulatkan Agama Islam ini di pelopori oleh golongan anak muda, bahkan jika dilihat kepada pengikut-pengikut Baginda generasi pertama juga, kebanyakanya terdiri dari kalangan pemuda.

Di antara mereka ialah Saidina Ali Bin Abi Talib yang mana keberanian anak muda ini terlihat sewaktu ia ksanggupan beliau menggantikan tempat tidur Rasulullah semasa penghijrahan Baginda dari Kota Mekkah Menuju Kota Madinah.

Selain itu, siapa tidak kenal dengan anak muda yang bernama Al-Arqam Bin Abi Al-Arqam, ia tidak sesekali gentar untuk menjadikan rumahnya sebagai markaz penyebaran Islam di Kota Mekkah. Sedangkan ketika itu, penganut-penganut Agama Islam di kencam oleh puak kafir kuraisy.

Manakala Mus'ab Bin Umair pula ialah seorang remaja yang telah menjual kehidupan Dunianya yang Sementara kepada kehidupan Hakiki di Akhirat sana. Remaja ini jugalah yang digelar Duta Islam Pertama, menerima amanah sebagai Dai'e ataupun Naqib dalam menyampaikan kebenaran Agama Islam kepada penduduk di Kota Madinah.

Golongan-golongan anak muda ini tidak ragu dalam usaha menegakkan Agama Islam, malah golongan-golongan anak muda inilah yang menjadi pembawa-pembawa Panji Islam dalam setiap peperangan, serta mereka jugalah yang siap berdiri di barisan hadapan, menjadi benteng pertahanan kepada tentera-tentera Islam.

Bertapa besarnya peranan anak muda dalam menyumbang kepada kebangkitan Ad-Deen Al-Islam. Begitu  kata-kata keramat Sukarno dalam pidatonya yang menggambarkan kekuatan anak muda :-

"Jika beliau di berikan 100 orang tua, akan ia goncangkan sebuah gunung yang terdapat di Indonesia, manakala jika ia diberi 10 orang pemuda, akan ia goncangkan dunia."

Pepatah arab juga ada menyebut :-

"Himmah (cita-cita/harapan) seorang pemuda boleh menggongcangkan bukit bukau"


Tapi kini Sedih,

Seribu kali sedih..

Kenyataan yang diharap tidak seindah apa yang di impi. Hakikatnya, kebanyakan anak muda sekarang terutamanya golongan pemuda-pemuda Islam, lebih cenderung untuk menikmati kesenangan dunia melebihi kesenangan akhirat. Mereka alpa, lalai dengan khayalan-khayalan mainan dunia.

Ada di antara mereka yang lansung tidak mengenal siapa diri mereka, dalam konteks mengenal siapa yang mencipta diri mereka dan untuk apa mereka diciptakan.Yang mereka tahu hanya, zaman remaja hanya sekali, so let us have fun with it. Bertapa singkat dan dangkalnya pemikiran sebegitu lebih-lebih lagi jika ianya terbit dari kata-kata seorang remaja bergelar Mahasiswa.

Jika pun ada dari kalangan mereka yang sedar akan kepentingan mendaulatkan Agama Islam ini, tetapi kebanyakan mereka telah tertipu dengan hasil-hasil usaha dan juga kejayaan generasi sebelum ini yang mana sedang mereka kecapi.

Mereka berbangga dengan apa yang mereka miliki, sedangkan itu bukannya lahir dari keringat perit jerih usaha mereka. Mereka sekadar menikmati, dan terus menikmati tanpa ada usaha untuk menambah baikkan apa yang ada. Bagi mereka, itu sudah memadai.

Saidina Ali Bin Abi Talib pernah menyebut :-

"Seorang pemuda bukanlah yang berkata, inilah Ayahku! Tapi seorang pemuda akan berkata, inilah Aku!"

Secara kesimpulanya, tulisan kali ini ingin mengajak semua pembaca terutamanya golongan-golongan anak muda harapan Agama untuk terus berada di atas landasan perjuangan yang betul. Bukan khayal dengan kejayaan yang telah dirasai, tapi sedar akan kemenangan yang masih belum di kecapi.

Ingat, sesuatu impian itu hanya akan digelar realiti setelah ia berjaya dilaksanakan.

Sauh Dilabuhkan,
Wassalam.
Pelayar Bahtera.
14 Sha'ban 1433H

Read more...

Lakaran: Tribut Buat Kamu Suami Isteri

Tuesday, 12 June 2012


"Lukisan Hati Tanda Kecintaan, Lukisan Alam bukti Keagungan Tuhan"




أحبك مثلما انت

أحبك كيفما كنت

ومهما كان مهما صار

انت حبيبتى انت

زوجتى…

أنت حبيبتى أنت


حلالى أنت لا أخشى عزولا همه مقتى

لقد أذن الزمان لنا بوصل غير منبت

سقيت الحب فى قلبى بحسن الفعل والسمت

يغيب السعد إن غبت و يصفو العيش إن جئت

نهارى كادح حتى اذا ما عدت للبيت

لقيتك فانجلى عنى ضناى اذا ما تبسمت

أحبك مثلما انت

أحبك كيفما كنت

ومهما كان مهما صار

انت حبيبتى انت

زوجتى…

أنت حبيبتى أنت


تضيق بى الحياة اذا بها يوما تضرمتى

فأسعى جاهدا حتى احقق ما تمنيتى

هنائى انت فلتهنئى بدفء الحب ما عشتى

فروحانا قد ائتلفا كمثل الارض والنبت

فيا أملى ويا سكنى

ويا أنسى وملهمتى

يطيب العيش مهما ضاقت الايام أن طبتى

أحبك مثلما أنت

أحبك كيفما كنت

ومهما كان مهما صار

انت حبيبتى انت

زوجتى…

أنت حبيبتى أنت

(Ahmad Bukhatir-My Wife)



Sauh Dilabuhkan,
Wassalam.
Pelayar Bahtera.
22 Rejab 1433H

Read more...

Sentuhan: Ubat Takbur!!! Pesanan Imam Al-Ghazali

Wednesday, 6 June 2012

Antara Insan Yang Hadir Mengisi Ruang-Ruang Kosong Hidupku..(^_^)

Imam al-Ghazali ada mencatatkan lima cara untuk mengikis sikap takbur dalam diri seseorang iaitu dengan cara:


Apabila kita bersuara dengan anak-anak kecil...
Maka kita anggaplah yang sebenarnya dia lebih bersih dan mulia daripada kita kerana mereka masih belum mempunyai dosa-dosa berbanding dari kita yang telah dewasa.

Apabila kita bersuara dengan orang tua pula... 
Maka kita anggaplah yang sebenarnya doanya lebih mulia daripada kita kerana dia lebih lama beramal ibadah kepada Allah dari kita.

Apabila kita bersuara dengan orang alim pula...
Maka kita anggaplah yang sebenarnya beliau lebih mulia daripada kita kerana insan sebegini memiliki lebih banyak ilmu yang beliau ketahui tetapi kita belum mengetahuinya.

Apabila kita bersuara dengan orang jahil pula...
Maka kita anggaplah yang sebenarnya dia lebih mulia dari kita kerana dia melakukan dosa disebabkan kejahilannya, sedangkan kita berdosa akan tetapi memiliki ilmu pula dengan sengaja kita melakukannya walaupun hakikatnya kita tahu yang mana satu perkara buruk dan baik.

Apabila kita bersuara dengan orang kafir pula...
Katakanlah dalam hati bahawa suatu hari nanti mungkin dia akan insaf dan akan memeluk islam. Maka semua dosa yang dilakukan sebelum dia masuk Islam akan diampunkan oleh Allah s.w.t. Sedangkan kita pula sebagai umat islam sejak lahir terus -menerus melakukan dosa tanpa mengenal balasan Allah yang bakal tiba kelak.

..Dan yang sebenarnya telah banyak manakah dosa dan pahala yang tidak mampu kita pastikan..?

Muhasabah buat diri dan teman. Wallahu A'lam.

Sauh Dilabuhkan,
Wassalam.
Pelayar Bahtera.
16 Rejab 1433H

Read more...

Sentuhan: Usaha + Doa + Tawakal

Friday, 18 May 2012

Mood: Final Exam menghampiri


Sudah cukup ke persediaan? 

Atau masih enak dibuai mimpi semalam, 

......."Exam lambat lagi laaa". 

Bangkit!!!

.*********

Sepatutnya sekarang persediaan dan usaha telah dilipat kali gandakan, jangan nanti terhantuk baru nak tergadah. Fenomena yang biasa di lihat apabila exam semakin tiba. 

Muhasabah buat diri sendiri.


"kalau la aku study awal sikit, mesti boleh jawab punya, silap laaa, ish!!"

"KALAU???"... Modal ni dah lapuk dah untuk orang yang tidak dapat jawab dalam exam, semesta depan pun macam tu jugak, tak akan ke mana dengan hanya bermodalkan "KALAU".

Silapnya kita...


"Seringkali kita mengharapkan hasil yang berbeza pada usaha yang sama"

dan najtijahnya, luncai.

Usaha, itulah yang membezakannya. Namun, sesuatu harus di ingat...

"Usaha tidak menjanjikan kejayaan, tapi untuk berjaya usaha adalah syaratnya"

Ya, itulah hakikatnya, usaha tidak semestinya akan menghasilkan kejayaan, kerana disamping orang yang berjaya dengan usahanya, ada juga yang berusaha, tetapi...gagal, apa yang diperoleh tidak seperti apa yang di harapkan. 

Bukan bererti.. 

"Kalau dah gitu sifirnya, baik tak payah usaha....."

Walaupun kadang-kadang usaha tidak membuahkan kejayaan, namun ia adalah kunci kepada sebuah kejayaan.. 

Ingin berjaya, Usaha adalah Kuncinya!!!

Dalam berusaha, ada sesuatu yang perlu dingat. Jika kita berusaha dan terus berusaha dengan meletakkan kejayaan kita nanti akan sepenuhnya  bergantung kepada usaha kita sekarang, kita silap. 

Manusia, usahanya punyai batas. Ya, kita diberi kudrat untuk berusaha, tapi usaha itu tetap ada limitnya.

Kerana itu kita di ajar, dalam kita berusaha, jangan di lupa pada Dia yang mengurniakan ilmu, pada Dia yang memberikan kefahaman, pada Dia yang mengurniakan ingatan. Kita hanya mampu berusaha, Dia yang akan tentukan segala.

Usaha, Doa, Tawakal.

Download, Print Dan Tampalkan Di Meja Studi Anda, Moga Bermanfaat.

Harus sentiasa mengiringi perjalanan kita dalam menuntut ilmuNYA. Kita berusaha sebaik mungkin, simpulkanya dengan kekuatan doa. Selebihnya, tawakal, terserah pada Dia. 

Jika Ia merasakan kejayaan itu baik buat kita, Insya'allah kejayaan akan kita peroleh, namun jika buat masa sekarang, padaNYA kegagalan itu baik buat kita, pasrahlah akan ketentuanya, moga dengan itu sekurang-kurangya hati akan merasai walaupun sekadar setitis ketenangan.

Ya Allah
Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kurniakan kejayaan kepadaku sekiranya itu yang terbaik buatku dan perjuanganku. 
Tetapi sekiranya kejayaan itu menjauhkan diriku dariMu dan jalan perjuangan ini. 
Maka kau ambillah ia dan gantikan dengan sesuatu yang lebih baik untukku.
Dan Engkau bimbinglah aku untuk Redha dengan setiap ketetapanMU.
Ya Allah
Kau Maha Mengetahui.
Diri ini hanya makhluk yang dicipta. Hanya mampu meminta-minta.
Dengan sedikit kudrat yang  Engkau kurniakan ini, aku berusaha. 
Namun Engkau jualah yang menentukan, bantulah diriku. 
Kau Maha Mengetahui mana yang lebih baik buatku.
 Berikan diriku kejayaan dengan kejayaan sebenar. 
Yakni kejayaan pada pandangan NeracaMu.. 
Amin ya Rabbal alamin..


Wallahu A'lam.


Sauh Dilabuhkan,
Wassalam.
Pelayar Bahtera.
27 Jamadil Akhir 1433H

Read more...

Diari: Angan-Angan Setinggi Layang-Layang

Monday, 16 April 2012

Alhamdulillah, hujung minggu lepas saya dan beberapa orang rakan diberi peluang untuk berusrah sedikit lain dari kebiasaan yang mana kali ini kami berusrah di taman layang-layang. Ya, terasa diri ini lebih bersemangat apabila kadang-kala dapat berusrah diluar dari kawasan kampus. Pesanan saya, kepada naqib-naqib yang masih lagi tegas berpegang bahawa usrah itu seharusnya dimasjid, cubalah bawa mad'u-mad'u anda untuk melihat kebesaran dan keluasan alam ciptaaNYA. Saya pasti, usrah anda akan menjadi lebih menarik, seterusnya membuahkan rasa minat dihati mad'u untuk terus bersama kalian.

Taman Layang-Layang
Melihatkan layang-layang yang terbang bebas di sana-sini, saya teringat akan suatu perumpamaan. Kita, manusia yang hidup di atas muka bumi ini boleh di ibaratkan layang-layang yang terbang bebas di awangan. Bebas kekiri kekanan mengikut rentak tiupan angin, namun harus diingat, mestilah pada layang-layang tersebut terdapatnya satu tali yang teguh mengikat dengan harapannya mudah-mudahan layang-layang tersebut tidak terlepas lantas tersasar arah tujuannya entah kemana. Pada asasnya, layang-layang yang terbang tinggi itu akan indah dipandang hanya ketika ia terikat pada talinnya. Seandainya terlepas dari ikatan tersebut, maka hilanglah keindahan itu sebagaimana hilangnya layang-layang itu.

Begitulah seharusnya dimiliki oleh setiap jiwa-jiwa yang hidup diatas muka bumi ini. Ya, kamu bebas dalam menentukan pilihan untuk hidup kamu. "Each and every one of us have a right of choosing". Tetapi, seperti yang saya umpamakan tadi, jika layang-layang terikat pada talinya maka kebebasan manusia pula seharusnya di ikat kuat oleh sesuatu yang mampu membimbing dan menunjukkan jalan dalam menyelusuri kehidupan ini agar tiada tersasar pilihan hidup yang bakal dibuat, agar bahagia disini, tenang disana.

Terbang Bebas
Di antara ikatan yang saya maksudkan ialah tentunya Islam itu sendiri. Asanya ialah Islam, walau apa pun yang kita lakukan, ingatlah bahawasanya tindakan kita tersebut mestilah sentiasa berada di dalam lingkungan batas-batas yang telah ditentukan oleh syariat. Pegangan atau prinsip hidup yang teguh juga memaikankan peranan yang amat besar dalam mengikat padu jiwa-jiwa ini agar kita tidak mudah dipengaruhi. Selain itu, kehadiran sahabat-sahabat yang baik akhlaknya ataupun ia memiliki pemahaman yang bagus terhadap Islam sebagai cara hidup itu sendiri amat penting dalam menasihati atau menyedarkan kita seandainya terlalai atau terleka.

Dari sekitar ruang lingkup itulah perbincangan Halaqah kami di Taman Layang-Layang hujung minggu lepas berlansung. Soal mimpi, angan-angan, impian dan perancangan dalam kehidupan 10 atau 20 tahun akan datang sama ada dari sudut kerjaya, keluarga mahupun perjuangan di masa hadapan. Perbincangan kami dimulakan dengan MIMPI "seandainya anda diberi pilihan untuk memilih mimpi, minpi apakah yang paling anda inginkan". Ada diantara kami mengimpikan untuk kembali kezaman kanak-kanak dahulu, ada juga yang mengimpikan untuk berada di tempat yang paling tinggi, ada yang ingin bermimpi bertemu RASULULLAH s.a.w dan saya, mimpi yang paling saya inginkan ialah, semua mimpi-mimpi indah saya menjadi kenyataan.

Setelah itu, untuk slot kedua, kami diberi masa sekita sepuluh minit bagi memikirkan perancangan hidup selama 10 atau 20 tahun akan datang sama ada dari segi perancangan keluarga, kerjaya dan perjuangan. Setiap seorang mula sibuk memikirkan perancangan pelan perjalanan kehidupan setelah tamat pengajian Ijazah Muda. Di antara kami, ada yang bercadang untuk menyambung pengajian ke peringkat yang lebih tinggi, ada juga yang ingin melancong ke negeri luar bagi mencari pengalaman dan ada juga yang ingin sepenuh masa bersama dalam menggerakkan gerak kerja Amal Islami. Dan saya, perancangan 10 atau 20 tahun akan datang mulai kelihatan, jelas berbanding sebelumnya. Bermanfaatnya USRAH!!

Setelah hampir satu jam lebih kami meluangkan masa bersama di Taman Layang-Layang, berkongsi impian dan angan-angan, kami mula berkemas untuk berangkat pulang memandangkan hari pun semakin gelap. Ratusan pengunjung yang hadir juga mulai beransur pulang perlahan-lahan. Akhirnya, konklusi yang mugkin boleh saya utarakan untuk mengikat perbincangan-perbincangan kami petang ini, agar tidak tersasar hanyut ibarat layang-layang yang terputus talinya ialah, sejauh manapun perancangan kita dalam hidup ini, sebenarnya Allah telah pun punyai perancangan tersendiri buat kita. Pesan buat diriku dan teman, redhalah jika perancanganmu nanti tidak sehaluan perancangaNYA, pasti kau miliki bahagia.


Sauh Dilabuhkan, 
Wassalam.
Pelayar Bahtera...
24 Jamadil Awal 1433H.

Read more...

Kongsi: Gemersik Puisi Indah.

Saturday, 10 March 2012


Lihat dari jauh.
‎::..GEMERSIK PUISI INDAH OKI SETIANA DEWI..::

Negeri KELANTAN, Seindah NAMAmu,,
Tanah Serendah Sekebun Bunga,
Negeri Tadahan Wahyu..

Cik Siti Wan Kembang,
Cukup Indah Namamu,
Seindah Negerimu...

Duhai WAJAHmu Yang Indah,
Persis Jeddah,
Yang Pernah Kulewati..

TAAT Menjunjung AL-QURAN,
Teguh Menggalas SYARIAT,
Yang Tidak Pernah Goyah..

Tersentuh HATI KUDUSku,
Lantaran Aku Disini,
Biartidak Pernah Kuduga,
Bertemu Dengan Seorang ULAMA’ ,
Yang Dicintai RAKYAT..

Lalu KUNTUM RINDU Yang Lama Tersimpan,
Terubat Jua Akhirnya,
Biar SeKELUMIT CINTA..

Beruntung RAKYATnya,
Menumpah Teduh Seorang ULAMA’,
Yang LEMBUT Tapi Tegas BerIBADAT, 
Yang PENGASIH Namun tak goyah Pada Percikan KeALPAAN DUNIA..

Pasti Aku Merinduimu Lagi,
Entah Kapan Bisa Diubati,
Cuma SeTIPIS DOA Bisa Kutitip Buatmu,
Memacu MEMBANGUN ISLAM BERSAMA...

[ Oki Setiana Dewi, Bicara Selebriti 9 March 2012]



Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
"Rancang perjalanan hidupmu sebaik mungkin tanpa melupakan bahawa Dia juga punyai perancangan tersendiri buat hidupmu. Usah terlalu berharap pada yang Dimiliki, panjatkan segala kebergantunganmu hanya pada yang Memiliki" -DaMai-